Anggota
Kelompok:
1.
Resita
Dina Artiningtyas (A310160002)
2.
Delvia
Anggita Pradana (A310160035)
3.
Siwi
Nur Islami (A310160037)
4.
Muji
Muhammad Rasyiid (A310160038)
5.
Tri
Wahyuningsih (A310160118)
Berita
umum
ANGKRINGAN
Angkringan salah satu tempat makan sekaligus sering
digunakan untuk nongkrong terutama oleh kaum laki-laki. Angkringan menyediakan
berbagai makanan sederhana seperti nasi kucing, gorengan, es teh, susu jahe,
dan banyak varian sate yang biasanya disebut dengan sundukan. Banyak orang yang
menyebut angkringan dengan istilah HIK. HIK merupakan singkatan dari hidangan
istimewa ala kampung / hidangan istemewa ala Klaten. Gerobak angkringan terbuat
dari kayu dan depannya ditutupi terpal plastik dan buka mulai sore hari samapi
dini hari. Dulu angkringan masih menggunkan penerangan senthir, namun semakin
berkembangnya zaman penjual menggunkan penerangan lampu, karena dianggapnya
lebih mudah dan efisen.
Angkringan atau HIK muncul pada tahun 1950-an,
pertama kali di Bayat, Klaten. Dulu angkringan itu tidak menetap disatu tempat,
namun berkeliling desa sambil memikul dan menjualkan dagangannya (makanan dan
minuman). Sekarang angkringan sudah berubah lebih modern menggunakan grobak dan
tempatnya sudah menetap. Angkringan menyajikan banyak makanan, akan tetapi
makanan yang menjadi ciri khas di angkringan yaitu nasi (sego) kucing.
Salah satu penjual angkringan dari Bayat yaitu Pak
Pardi (52). Pak Pardi sejak usia muda sudah berjualan angkringan. Beliau hanya
meneruskan usaha dari orang tuanya atau usaha turun temurun. Beliau tidak
mengetahui secara detail tentang sejarah HIK/ angkringan. Pak Pardi hanya
mendengar cerita dari mulut ke telinga, bahwa asal usul HIK dari daerah Bayat,
Klaten.
ANGKRINGAN BAYAT
KLATEN- Pedagang
angkringan menggantikan suaminya yang sedang sakit untuk mencari nafkah demi
keluarga kecilnya. Wanita tersebut dipanggil dengan nama Nur Romelah (36).
Beliau berasal dari Sendang, Ngerangan, Bayat, Klaten. Ia memiliki 2 orang
putri yang mau membantu ibunya di angkringan. Usaha yang ia tekuni sudah cukup,
yaitu sejak tahun 2006-sekarang. Angkringan buka pukul 09.00-22.00 WIB.
Nur
Romelah beserta suami merintis usaha angringan pertama kali di Jogjakarta,
kemudian karena peristiwa gempa, mereka kembali ke kampung halaman dan mulai
membuka usahanya di Bayat. Ia menjual perhiasannya demi mendirikan angkringan
bersama suaminya. Makanan yang dijual di angkringan Nur hasil produksi sendiri
seperti nasi kucing, tusukan, ayam krispi, gorengan, dan kerupuk, untuk
kerupuknya beliau beli kiloan kemudian dikemas sendiri. Beliau juga distributor
ke tujuah angringan yang ada di sekitar Karangdowo, gantiwarna, Klaten, Bayat,
Mbulu. Ia tidak menyewa tempat berjualan, pendapatannya digunakan untuk
keperluan sehari-hari dan untuk biaya sekolah kedua putrinya. Omset yang
didapat perhari Rp. 400.000,. kotor. Bersihnya beliau memperoleh Rp. 300.000.,
belum lagi setoran dari distributor. Di samping membuka angkringan, bu Nur juga
memelihara sapi.
ANGKRINGAN
SURAKARTA-
Seorang laki-laki penjual angkringan di Jl. Menco Raya Gg. XI Gonilan Kartasura
Sukoharjo demi menghidupi keluarga kecilnya. Laki-laki tersebut bernama Catur
Aryanto (31), ia menghidupi seorang istri dan dua putrinya yang masih kecil.
Sudah 3 tahun lamanya ia berjualan di angkringan secara turun temurun dari
keluarga besarnya. Angkringan mantap jiwa buka pada hari Senin- Sabtu, sedangankan
hari Minggu libur.
Angkringan
buka pukul 15.00- 00.00, karena keesokan harinya ia harus pergi ke pasar untuk
berjualan kelontong membantu ibunya. Berjualan kelontong merupakan pekerjaan
sampingan sedangkan pekerjaan utamanya berjualan di angkringan. Alasan Catur
memilih berjualan angkringan sebagai pendapatan utama karena, lebih simple dan sebagai sumber ekonomi mata
pencaharian untuk keluarga. Modal yang ia keluarkan untuk mendirikan angkringan
yaitu 1 set gerobak dan minuman seperti: es teh, es jeruk, kopi, marimas dan
lain-lain. Sedangkan untuk makanan Catur menerima titipan dari orang lain.
Makanan yang berupa tusukan dan gorengan diambil dari budenya, karena budenya
termasuk penyedia makanan di angkringan. Sedangkan seperti kerupuk, peyek,
intip, kacang itu merupakan titipan orang lain.
Omset
kotor Catur perhari bisa mencapai Rp 600.000,- sedangkan untuk omset bersihnya
ia mendapatkan Rp 150.000,- 200.000,- perhari. Penghasilan tersebut sudah bisa
memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Demi berjualan angkringan ia rela
menyewa tempat seharga Rp. 500.000,- perbulan.
Berita
Khusus
BAKUL WEDANG-WEDANGAN PASTI
SURAKARTA-Angkringan
gaul ini didirikan oleh Fuan Nur S. (28) dan Agung I (40). Fuan bertempat
tinggal di Gonilan RT. 01/RW. 01 sedangkan Agung bertempat tinggal di
Singopuran Kartasura. Alasan Fuan dan Agung mendirikan wedangan ini karena suka
nongkrong malam bersama teman-teman, dari hobinya tersebut maka muncul ide
untuk mendirikan usaha angkringan gaul sendiri. Ia terinspirasi dari
angkringan-angkringan yang ada di pinggir jalan.
Kini
Fuan mengelola wedangan pasti seorang diri dan dibantu oleh karyawannya. karena
Agung memilih berkarir sendiri menjadi presenter di TATV. Fuan juga mengelola
ruko dan kos milik keluarganya. Fasilitas yang tersedia di wedangan pasti yakni
tempat yang luas dan nyaman untuk nongkrong, tempat parkir yang cukup luas,
tersedia juga mushola, toilet, dan live musik. Dulunya tersedia wifi seiring
berjalannya waktu wifinya diputus, karena banyak pengujung berlama-lama hanya
menikmati wifi. Sewaktu tersedia wifi pendapatan Fuan menurun. Setelah wifinya
diputus kini penghasilanya meningkat. Menu yang tersedia di wedangan pasti
yaitu macam-macam tusukan, roti bakar, pisang gorang, nasi kucing, susu jahe,
kopi, dan masih banyak lagi. Menu favoritnya yaitu wedang jahe dan es carica,
ada juga menu spesialnya wedang wedangan pasti. Wedang wedangan pasti ialah
menu yang hanya ada di wedangan pasti. Bahan yang digunkan untuk membuat wedang
wedangan pasti yakni air, gula,
rempah-rempah seperti jahe, kencur, sereh, jeruk, teh, dengan komposisi yang
pas.
Omset
yang didapatkan Rp 1.000.000,- perhari
kotornya, untuk penghasilan bersihnya pemilik tidak menyebutkan karena dianggap
privasi. Penghasilan tersebut sangat
mencukupi kebutuhan sehari-hari dan cukup untuk menggaji karyawan-karyawannya.
Selain mengelola angkringan Wedangan Pasti Fuan juga mengelola ruko dan kos yang
berlokasi di Gonilan.
PUIISI
Sepotong
rasa angkringan pabelan
Sebuah
tempat sederhana
diminati
masyarakat setempat,
nuansa
yang ada hanya remang-remang
berhiaskan
lampu bergelangtungan
berselimut
tenda
gerobak
dengan ciri khasnya
tak
pernah sepi dari keramaian
menu
dijajarkan menjadi
hidangan
utama
angkringan
namanya..
HIK
terkenalnya
Karya:
Tim Mangkring
PANTUN
Jalan-jalan
ke rumah pak camat
Buah
semangka didalam karung
Jika
kamu ingin hidup hemat
Makanlah
di hidangan istimewa ala kampung
Kota
Bogor kota hujan
Indonesia
merdeka bulan Agustus
Bapak
Sifaul emang tampan
Jangan
segan-segan memberi nilai bagus
Karya:
Rasyid
Denah Lokasi Angkringan sekitar UMS
No comments:
Post a Comment