Friday, October 25, 2019


RESENSI FILM SPOTLIGHT

Judul               : Spotlight
Sutradra          : Tom Mc Carty
  Pemain            : Mark Ruffalo, Michael Keaton, Rachel Mc Adams, Liev Schreiber, John Slattery, Brian d’Arcy James, Stanley Tucci.
  Tahun Rilis      : 2015

Spotlight merupakan sebuah film drama biografi Amerika Serikat tahun 2015 yang disutradarai oleh Tom Mc Carty. Film ini ditulis berdasarkan kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh beberapa pastur gereja Katolik Roma di Boston yang diulas oleh tim jurnalis investigasi “Spotlight” yang berasal dari kantor berita The Boston Globe. Anggota dari tim ini terdiri dari  Michael Keaton sebagai editor yang akrab dipanggil oleh Robby. Tiga reporter lainnya : Mark Ruffalo, Rachel Mc Adams, Brian d’Arcy James dan John Slattery sebagai deputy editor. Film ini menceritakan pengungkapan kasus pencabulan yang dilakukan oleh pastur yang telah terjadi bertahun-tahun lamanya dan sudah memakan korban. Film ini memperlihatkan bagaimana tim redaksi Spotlight yang mengumpulkan bukti kasus pencabulan. Bukti yang ditemukan antara lain, dokumen kasus, wawancara bersama korban dan wawacara bersama pengacara yang menangani kasus tersebut.
Film Spotlight berawal dari ilustrasi peristiwa penangkapan oleh seorang pastur yang ditangkap didalam kantor polisi Boston Massachussets atas kasus pencabulan pada tahun 1976 karena dianggap memiliki pengaruh besar pada masyarakat sekitar, akhirnya pastur itu dibebaskan. Beberapa kelompok redaksi Boston Globe mempertimbangkan keputusan dikarenakan langkah itu sama dengan menuntut pihak gereja. Pertimbangan itu juga didasarkan pada pengaryh gereja terhadap masyarakat. Akhirnya Baron pun menawarkan untuk peliputan kasus ini oleh tim Spotlight dan akhirnya tim Spotlight pun menerima amanah ini.
Kemudian tim Spotlight mengawali investigasi besar atas kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pendeta gereja bernama John Geoghan. Tim Spotlight pun mulai mencari bukti dengan melakukan wawancara bersama korban dan pengacara, dokumen pemberitaan serta dokumen hukum atas kasus tersebut, dan bertatap muka dengan komunitas yang sudah melakukan kajian pada kasus ini secara mendetail. Wawancara yang dilakukan dengan pihak kardinal serta para admisi yang sudah meneliti kasus tersebut. Permasalahan ini terjadi ketika Kardinal Law dari Uskup Besar Boston yang diduga mengerti hal itu tetapi malah membiarkannya.
Dimulai dari satu pendeta, fakta baru pun berhasil ditemukan. Pada awalnya ditemukan tiga belas nama yang berhasil didapatkan. Salah satu mantan pendeta itu kemudian menjadi psychotheraphist, memberikan beberapa tambahan informasi untuk tim Spotlight. Hal ini kemudian mengejutkan tim karena jumlah tersangka menjadi sembilan puluh. Ketika pastur itu terbebas dari hukuman melakukan kasus pencabulan, mereka kemudian diberhentikan maupun dipindah tugaskan. Selain itu, tim Spotlight mencurigai adanya beberapa pengacara yang membuat kasus pencabulan tersebut menjadi industri yang menguntungkan.
Kasus pencabulan ini banyak terjadi karena pastur yang akrab dengan masyarakat dan juga menjadi komite pada suatu sekolah yang bertempat di seberang Boston Globe. Bukti dokumen yang diperoleh tim Spotlight digunakan untuk memperkuat bukti tersebut. Berita tentang kasus pencabulan ini telah rilis bertahun-tahun tetapi tidak pernah mendapatkan perhatian dari masyarakat ataupum pihak berwajib sehingga isu ini tenggelam begitu saja.
Film Spotlight memiliki kelebihan bahwa cerita tersebut menggambarkan kebebasan pers dalam pemberitaan. Film Spotlight mengungkapkan bahwa pemberitaan jurnalistik tidak melihat tokoh tersebut, baik tokoh yang berkaitan dengan masyarakat atau masyarakat biasa. Seharusnya media masaa tidak menutupi kasus tersebut. Film ini juga menggambarkan berita yang memiliki kualitas yang tidak hanya diperoleh dari isu semata, tetapi juga dikuatkan dengan beberapa bukti yang kuat dan mendukung.
Film Spotlight ini memiliki kekurangan bahwa pada jalan cerita yang terpotong meski setiap setingnya memiliki benang merah serta penonton harus ekstra fokus agar mendapatkan cerita yang runtut dan benar.

No comments:

Post a Comment